Transsulawesi.co, Batui -- Upacara Tumpe di Kecamatan Batui tahun ini meriah terselenggara. Upacara Tumpe merupakan tradisi tahunan masyarakat adat Batui mengirimkan telur burung maleo dari Batui ke Pulau Banggai, Banggai Laut. Ribuan masyarakat Batui mengikuti dengan seksama upacara Tumpe pada Jumat, (3/12/2022).
Dalam bahasa masyarakat di Banggai, tumpe sendiri berarti pertama atau awal. Telur maleo pada upacara Tumpe ini.
Burung Maleo sendiri merupakan burung endemik Sulawesi Tengah yang hidup di kawasan pantai, populasinya banyak di temukan di daerah Bangkiang di kecamatan Batui. Upacara tumpe dilaksanakan setiap tahun, pada saat musim pertama bertelurnya burung Maleo biasanya sekitar bulan September atau Desember.
Ritual Tumpe Maleo tahun ini sukses terselenggara beekat dukunga dari beberapa pihak. Camat Kecamatan Batui, Rudiyanto Noho, mengaku sangat mengapresiasi gerakan kolaborasi yang dilakukan beberapa perusahaan di Batui yang telah membantu untuk acara ritual tumpe.
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan ini menunjukkan kepedulian yang nyata terhadap keberlangsungan budaya daerah. Semoga kerja sama baik ini bisa terus berlangsung di masa depan,” ungkapnya.
“Kami berterima kasih, sebab ini merupakan upaya positif yang dilakukan perusahaan-perusahaan untuk daerah,” ungkap ketua panitia kegiatan Mombawa Tumpe, Nasri Sei.
Rangkaian kegiatan masyarakat adat, Mombowa Tumpe ini merupakan tradisi tahunan yang akan digelar di Batui pada Desember 2022 mendatang dan berakhir di Kabupaten Banggai Laut.