Transsulawesi.co, Banggai — Ribuan Masyarakat di Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai turun kejalan berdemonstrasi di depan kantor Koramil 1308-14 Toili, Senin, (28/4/2025). Aksi demonstrasi masyarakat Toili menyoroti adanya dugaan oknum TNI yang ikut terlibat dalam politik praktis.
Dalam orasinya ingatkan kepada pak Danramil Toili agar senantiasa menjaga netralitasnya pada saat pilkada ataupun PSU dan menjadi pelindung masyarakat sebaik-baiknya.
“Tindakan (demonstrasi) yang saya lakukan bukan karena personalitas, tapi bapak difasilitasi oleh negara dan bapak dibiayai oleh negara, saya kritik jabatan bapak,” ungkap pendemo.
Sebelumnya Kapten Infanteri Dwi Karyo Basuki, yang saat ini menjabat sebagai Komandan Rayon Militer (Danramil) 14/Toili, diduga melakukan tindakan yang berpihak dan menguntungkan salah satu pasangan calon, yakni pasangan nomor urut 03, Sulianti Murad dan Samsul Bahrimang pasa saat PSU.
Dugaan tersebut didukung oleh bukti tangkapan layar percakapan WhatsApp, yang memperlihatkan adanya arahan dari Danramil kepada anggota TNI lainnya untuk melakukan penangkapan terhadap sejumlah Aparatur Sipil Negara, termasuk kepala Dinas, kepala Seksi, dan kepala bagian.
Selain itu, dalam percakapan tersebut juga terungkap adanya saran untuk mempercepat pendistribusian dana dari calon bupati Sulianti Murad kepada tim pemenangan di lapangan, dengan permintaan agar disertakan bukti dokumentasi berupa foto dan video sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Sejumlah dugaan tersebut saat Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Luwuk Banggai resmi melaporkan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Banggai ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, Jumat (18/4).
Ribuan masyarakat yang turun kejalan siang ini berfokus pada dua titik aksi yakni di Kecamatan Toili dan Kota Luwuk. Aksi turun jalan ini menuntut agar laporan dari tim AT-FM terkait dugaaan kecurangan pada saat PSU segera di proses dan para pelaku secepatnya ditangkap. Begitu isi dari pernyataan tuntutan masyarakat yang berdemonstrasi
Tidak hanya itu, masyarakat juga mengeluhkan bahwa terlalu lama proses pilkada hingga PSU yang tak kunjung selesai membuat perekonomian lesu dimana roda pemerintahan menjadi terhambat.
Masyarakat juga dalam orasinya mengatakan bahwa akan terus mengawal kemenangan AT-FM. Dalam orasinya massa mengingatkan jangan ada pihak yang mencoba-coba menggagalkan kemenangan AT-FM pada pilkada dan PSU, dan akan terus memantau sidang di Mahkamah Konstitusi.
“Tolak PSU Jilid 2, kami tidak mau dimanipulasi,” Ujar masyarakat dalam orasinya.