Transsulawesi.com, Batui -- Dua Karyawan PT. Panca Amara Utama, (PAU), yang dikabarkan telah meninggal dunia di rumah sakit di benarkan Perusahaan. Kedua karyawan yang meninggal dunia, berinisial (AG) meninggal pada hari senin (20/07/2020), dan (ZR) pada hari kamis (23/07/2020).
Namun penyebab kematiannya bukan karena Virus Corona, menurut Leonard Hutabarat (Manager ER & Sec) PT. PAU pada beberapa hari lalu.
Walau belum bisa dipastikan apa penyebab kematian karyawannya, Leonard menyatakan bahwa berdasarkan Riwayat medis yang tercatat di perusahaan, Alm (AG) di tahun 2019 pernah mengalami sakit gagal ginjal, dan Alm (ZR) Mengidap penyakit bawaan yaitu Jantung.
Leonard juga mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah berkordinasi intensif dengan tim kesehatan Rumah sakit Luwuk guna mengetahui kondisi sejumlah karyawan yang saat ini dirawat di RSUD Luwuk.
“Saat ini kami sedang berkoordinasi, intensif dengan tim kesehatan, menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, kemudian untuk hasilnya nanti, akan disampaikan oleh tim kesehatan, dalam hal ini tim gugus tugas covid-19 Kabupaten Banggai,”Jelas Leonard.
Tanpa tunggu lama, warga Kecamatan Batui menyambangi perusahaan dengan mendesak transparansi mengenai kabar salah satu karyawan PT Panca Amara Utama (PAU) yang dikonfirmasi terpapar Covid-19 berbuah hasil.
Warga bersama unsur pemerintahan Kecamatan Batui yang sekaligus Tim gugus tugas penanganan Covid-19 menyambangi pihak perusahaan untuk meminta kejelasan mengenai keterbukaan informasi adanya karyawan PT PAU yang dikabarkan positif Covid-19.
Dalam pertemuan yang dihadiri seluruh elemen tersebut, didapatkan informasi yang cukup valid yakni dimana betul satu karyawan PT PAU yang dikabarkan meninggal positif Covid-19, Senin, (27/7/2020).
Hal itu dibenarkan tim gugus penanganan Covid-19 kecamatan Batui. Saat dikonfirmasi, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Batui, Pinus Lakawa yang juga sebagai Kepala Puskesmas Batui membenarkan hal tersebut.
Menurut Pinus bahwa tim gugus tugas Covid-19 datang ke lokasi area perusahaan untuk bertemu dengan pihak perusahaan. Kedatangan mereka adalah untuk memastikan bagaimana penanganan terhadapat Covid-19 di perusahaan dan juga memastikan informasi apakah betul pasien yang meninggal merupakan karyawan perusahaan.
“iyah betul karyawan (meninggal) perusahaan PT PAU yang positif, bukan warga Batui,”ujarnya.
Sementra itu 11 orang karyawan lainnya yang masih di rawat di RSUD Luwuk di duga mengidap penyakit DBD, di antara 11 karyawan PAU tersebut, 3 karyawan di antaranya telah di nyatakan sembuh.
(mhr)